Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat Adat Sebagai Penguatan Wilayah Pesisir Di Kampung Napan, Distrik Napan Kabupaten Nabire

Indigenous Community-Based Mangrove Ecosystem Management Strategies in Napan Village, Nabire: A SOAR Analysis

Authors

  • Yan Maruanaya Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire
  • Sefnat Marey Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire
  • Frits Aripatra Maitindom Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire
  • Margret Inggrit Solissa Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire
  • Hendri S Lekatompessy Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire
  • Johanis Manuel Ramandey Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire

DOI:

https://doi.org/10.58950/jpk.v7i1.125

Keywords:

ekosistem mangrove, masyarakat adat, pengelolaan berbasis masyarakat, analisis SOAR, keberlanjutan pesisir

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis dan sosial-ekonomi penting bagi masyarakat pesisir, tetapi pengelolaannya perlu mengintegrasikan konservasi dengan kebutuhan penghidupan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi dan pemanfaatan ekosistem mangrove, mengidentifikasi peran masyarakat adat dalam pengelolaan dan konservasi, serta merumuskan strategi pengelolaan mangrove berbasis masyarakat adat di Kampung Napan, Kabupaten Nabire. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 30 responden yang terdiri atas tokoh adat, aparat kampung, tokoh perempuan, tokoh agama, dan pemuda. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan kerangka SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangrove dimanfaatkan sebagai habitat ikan dan biota perairan, sumber pangan, serta sumber pendapatan masyarakat. Pada sejumlah pernyataan dalam survei, seluruh 30 responden menyatakan bahwa mangrove menjadi habitat ikan dan biota perairan, sumber pangan harian, serta sumber tambahan pendapatan keluarga. Kepemilikan wilayah adat, aturan dan sanksi adat, serta partisipasi masyarakat menjadi modal sosial dan kelembagaan bagi pengelolaan mangrove. Analisis SOAR menghasilkan empat arah strategi utama, yaitu penguatan kelembagaan adat, konservasi dan rehabilitasi ekosistem, pemanfaatan ekonomi berkelanjutan, serta tata kelola kolaboratif. Penelitian ini menyarankan penguatan aturan adat secara tertulis, pengawasan partisipatif, pemberdayaan generasi muda, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove dan kesejahteraan masyarakat adat

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Maruanaya, Y., Marey, S., Maitindom, F. A., Solissa, M. I., Lekatompessy, H. S., & Ramandey, J. M. (2026). Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Berbasis Masyarakat Adat Sebagai Penguatan Wilayah Pesisir Di Kampung Napan, Distrik Napan Kabupaten Nabire: Indigenous Community-Based Mangrove Ecosystem Management Strategies in Napan Village, Nabire: A SOAR Analysis. Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, &Amp; Professional Services, 7(1), 51–70. https://doi.org/10.58950/jpk.v7i1.125

Most read articles by the same author(s)